Toko Buku Online

SELAMAT DATANG!!!
Hadir dengan informasi pendidikan, kewarganegaraan, seputar guru, pembelajaran, artikel dan penelitian (PTK). Bagi siswaku, web ini merupakan papan tulis online, bagi rekan guru: take and give. Selamat Belajar!!!
Tampilkan postingan dengan label pkn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pkn. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2013

AKTIFITAS KEWARGANEGARAAN DI SEKOLAH

Menpresentasikan kegiatan kewarganegaraan disekolah belum dilakukan di Indonesia. Yang ada proses belajar dan eksplorasi lingkungan wiyata mandala, itupun sebatas kegiatan berlabel masa orientasi. Bagaimana menciptakan komunitas sekolah sebagai lingkungan biasa dan berkenan pada anak-anak?

Untuk itu sekolah dapat menawarkan siswa berbagai kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka untuk berpartisipasi lebih lengkap dalam masyarakat dengan project action di sekolah. Di Bondowoso, sekolah favoritpun belum melaksanakan hal ini, sekolah favorit masyarakat tak ubahnya sebagai tempat yang terbatas dengan keunggulan. Sehingga potret kehidupan masyarakat umumnya tidak tercermin sama sekali. Tali RSBI ataupun apa bentuknya merefleksikan secriditas internal membuat takut masyarakat untuk memasukinya.

Dalam upaya untuk menciptakan pendekatan yang positif untuk warga lokal dan global (masyarakat umum), project masyarakat global bisa dimulai pada masa SMP yang seharusnya sudah dimulai sejak SD (usia 6 tahun). Sebagai ilustrasi kegiatan, setidaknya gambaran berikut ini menuntun pemikiran kita pada kegiatan tersebut:

Kegiatan ini bisa melibatkan OSIS maupun berdiri sendiri sebagai poject khusus sekolah, beri kesempatan pada beberapa siswa yang telah matang sosialnya memimpin kelompok sekitar 12-15 siswa dengan usia yang setara. Kemudian konseplah bentuk kegiatan yang bertemakan keterampilan social. Contohnya adalah mengumpulkan teman-temannya dalam kelompok tersebut, membantu dan merawat mereka yang sakit, membantu teman menghadapi kesulitan-kesulitan hidup, menjadi tutor sebaya, mengadakan pembicaraan sekitar kesulitan teman-temannya, dan kegiatan sejenis itu. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pemahaman, sikap dan keterampilan untuk menjalani gaya hidup yang aman dan sehat, untuk mewujudkan potensi mereka sendiri dan memberikan kontribusi positif kepada kelompoknya (baca masyarakat sekolah). 


Pola kegiatan tersebut dipantau (tidak usah dibimbing) dalam kegiatan tersebut hendaknya memperhatikan dan mengacu pada perspektif kesetaraan gender dan pendidikan multikultural. Kesetaraan gender dimaksudkan agar ada penghargaan pada gender yang akhir-akhir ini cenderung menurun. Peran gender sangat penting, untuk memperoleh kesepadanan peran social. Sedangkan pendidikan multicultural ditujukan untuk lebih memvariasikan jenis kegiatan tersebut. Pendidikan multicultural akan memahamkan pada anak tentang bagaimana proses pendidikan sebenarnya berjalan dengan latar masing-masing. Dengan memperhatikan 2 perspektif di atas, baik gender maupun pendidikan multicultural maka project ini akan memperoleh arti yang luar biasa bagi terwujudnya aktifitas kewarganegaraan yang direncanakan.

Masih berlanjut pada gambaran kegiatan di atas, dalam proses pelaksanaanya, pemimpin kelompok yang telah ditunjuk, dilatih di dua tempat pelatihan yang direncanakan. M
isalnya 2 hari kegiatan. Memperkuat kegiatan tersebut, hendaknya diberi pengukuhan peran pada masing-masing peserta. Contohnya dengan memberikan reinforcement berupa sertifikat.  Dalam proses, dihadirkan beberapa tokoh masyarakat, baik dari kalangan praktisi maupun birokrasi. Misalnya mengundang anggota DPR Kab. Bondowoso untuk acara pembukaanya. Diharapkan tokoh tersebut mampu menggugah peran kewarganegaraan siswa. Serta mampu menegaskan pentingnya kepemimpinan dan tanggung jawab dalam hidup berwarganegara. Birokrat yang diundang hendaknya dapat merefleksikan  makna kegiatan tersebut, pengalaman-pengalaman yang dimiliki, dan lainnya. 



Project tersebut dilaksanakan sepanjang masa belajar siswa. Kalau SMP berarti 3 tahun. Tiap tahun berjalan diadakan evaluasi dan tindak lanjut yang relevan. Peran masing-masing guru bidang studi dapat memberikan actualisasi nilai pada proses evaluasi tersebut. Tiap masa 1 tahun berjalan, pola hubungan ditingkatkan dengan mengembangkan hubungan yang lebih variatif, misalnya melibatkan multi usia sekolah. Gambaran progress akan menunjukkan pada peningkatan kepedulian dan tanggung jawab siswa. Demikian juga, anggota yang lain akan terlihat kepercayaan dan rasa hormat pada teman lainnya, harga diri siswa juga akan semakin meningkat seiring peran yang diberikan. Hasil lengkap pada tahun ke-3 ketika siswa hamper lulus dapat dilihat nilai positif dari tujuan kegiatan ini. 


Dampak kegiatan tersebut secara internal maupun eksternal dapat dirasakan. Secara internal, OSIS sebagai legal formalnya organisasi tingkat sekolah juga semakin meningkat (kena dampak), sedangkan secara eksternal akan memberikan dampak pada persepsi anak terhadap sekolah bila sudah berada dilingkungan rumahnya masing-masing. Luar biasanya, untuk daerah yang ber APP rendah seperti Bondowoso, akan sangat membantu orang tua memperoleh pemahaman penting tentang arti pendidikan formal. Anakpun akan semakin giat membantu orang tua dalam kegiatan di rumah.
Ini konsep, karena itu butuh aplikasi. Dapat dijalankan pada lingkungan sekolah yang variatif. Di era pendidikan dengan nuansa demokratisasi seperti Indonesia ini, layak kiranya dijadikan sebagai kegiatan intrakurikuler tambahan. Juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk penilaian diri siswa dalam mengembangkan potensi sesuai dengan yang diharapkan. Mudah-mudahan. (Tetuko J Pamungkas).

Minggu, 30 Desember 2012

KETIKA PKn BERUBAH PPKn

data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSEBUUExQVFRUVGRYVGBgXGBsYGBoYFRceHBgXGBgXHiYfFxojHhgXHy8gJCgpLCwsGCAxNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOGg8PGiwkHyQsKSwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwpLCwsLCwsLCwsLCwsLCwpLCwsLCwsKSwsLP/AABEIALsBDQMBIgACEQEDEQH/xAAcAAABBAMBAAAAAAAAAAAAAAAABAUGBwEDCAL/xABHEAACAQIEAwYDBAcFBwMFAAABAgMAEQQSITEFQVEGBxMiYXEygZEUQqHwCCNicrHB0TNSouHxFVNjc4KSsiWz0iQ0Q4PC/8QAGAEBAQEBAQAAAAAAAAAAAAAAAAIBAwT/xAAiEQEBAAICAwADAQEBAAAAAAAAAQIREiEDMUEyUWEi8FL/2gAMAwEAAhEDEQA/ALxooooCiiigKKKKAooooCiiigKKKKAorBNANBmiiigKKKbeOdoIsJEZJWsOQAuSegFZbruhxvTDx/tzhMHcTSjMPuL5m+YG3zqoO23e5NMxSItFHtkjIDH9+Tp6L9arLE8QZzv9NOXPrXPnb+K+Ovazu3PfLJOPDw2aKM6MdM7fPe3taq3M7EksSSb7+vWkaPZteg/Nq2+Lrptvqf41OmsQzEi3TT6Vuv8AP89KRw2zNrz/AI0sU32Gvp+bmlZGwv7/ANK8ub17sbbfXSjwfXT89alr3hIHkdY0XM7aKo0uffkPXYDXlXTnd/HEnD4Y4ZBKsQ8MyL8LyA/rGU8xnLajSuZsDgWeRY41LPKciqL3YtoF9jz5Wveuo+ymAjw+FjwyOrmBVSSxBOcjMxa2xJJNvWumDMjzRRRXVAooooCiiigKKKKAooooCiiigKKKKAooooNOKxSxoXdgqjcnYVFeJ95eGRzDAyzT7CMNa5PyJ5j83pPxfieKxM82GhRLRZSwax8pPkax62NtOXpUG7ccO+yCOR5mjnY2UC2dra52VTZgvlFzY6gEk2rhc7fTpMZ9TU47GN+txRWKMahNl02zZcxb2Jt6VI+B8filj0axBy+bmd9DYBtNeR9BXPScbndrmUzXNjmDXBOmgYkqDb2JHoalfZTjPh3lxLouHkkXDyLIpuGymSOZL3U7G11B0bXS1RjlZl2qyWLyBrNRHspxQaBM4w5AC+JHkJd9Qy5EAKMD8W17jQi1S6vTLtxBqgu+XtCz4tohcCLyjXmT5j+AFX4a5o71JQeJTkNcFrW6EE3/AK/Oufk+LxQiU2B5V4VLf50onS69dtve1Yjwn7Lfj/Ssl6CaRgGH5/zrYdeVh9P9a2SQi6gdTf8AIrbkt/X+dLRoii8xGW4sKWLE3Lb0NvwFecERz6m3t9fzelgZep+n+dTle1SNEWCe/wB2lAwtudvw1/nWfHHL+NeZJs3Ko3W9N/D8PIZFWESGVjlXw2Ick8gy2IFr3Ogte+mtdH9g+ER4bBrEjo7qT4zIQQZTq4uOmgt0Arnns/wqbFTrFhwxd9LqSAF+8XYbJprfpbU2FdKdmeApgsLHh4x5Yxva2ZjqzWHUkmuvjRkdKKKK7IFFFFAUUUUBRRSHifGYsOAZnEasbBmuFB6FtlvyvvQLqK1YfEq6hkZWU7FSCD7EVtoCiiigKKKKAorTisWkSF5GVFXUsxsB8zUKl74cEsxjuwANs2RyD/2qTbfW1TcpPbZLUxk4ahlWXLaRQQGBIJU/da3xLrexuAdd6bH7HQPiftEgeZwCEWVy8cd9zHG2ik3tfpSzhXHocQuaKRXGoBBuDbe39NxTiK2ap6U53pd3/hZcRgYliBKiURqMozOFzhApB0Ykjay394zFii7pIWGcSStBJJdcP4WAjy5Jow3lYhHuxB0lPM2XoDiWDEsLxtezqQbb69DyPrXPHE8EUmkhjRZJFjbD+BqzRC/izYhATkzKQBcnWS+psBUWSNhVg+LyQ5FdZReGJ1BLS4eTOzEOGXM+FiylWXwypBU+Ui1XF2S494kKLIUzhVFwzG5PK8hzPsbNc5rXOU+UUpwyR8OHeGRYg48N4MTJ5/AQ/qlaSQFUdrsojRSQjaEXBp44XxhY2EYDMql1UKzPDFJiSFWAs4uzCVIyLLYXY2FTLpti4e0HaGLCxM7uoIBIBIvpzt0H+Vc3ccx5xE7ylR5yTa40Hy0v/O9TPtZweeQEqbZjmynQyXAOr3tmHQ6HTXWoPLgyNCCrDQgjX2I/nXLLPk6THRBiIbg7fkUnyr+1/wBoP/8AVOMynKRtpuNfS22nzrRJEF1uCehBJ/gR+NJWWG+3nGtrAm1gfbQ0rVQL7bHU2sNN7Vqw4JzNdNbaEa22sLixHsflWOJC1hYXe2oN7DfQA77Vf3SWvAvoNB+P9aWj2+l/5mswIbAaEDWx/o39K3pF+zb5Efn/AEqcr22QmzelY9bfx/he1KXiF+Vz+9/8qlfYTsI2NmUm6QqfM+xJGuWO/wATeo0X8Dk79NP/AHVdhZpHXETZ44FIZUBKeKw+Esq2DIu+t78ud7pFasLhljRUUWVQFAuToNtTqfet1enGamnK3YoooqmCiiigKKKKApNxDh8c8bRyqHRxYqdj/n60pooKe433fYvBOX4dO5HxeGr5ZQP3bhZRuNRfTY014Tvlx2Hbw8QiOw3WVDFJp1ta3vlq2e1fZCDHxBJQQy6xyL8cbdVP8qpDth2K4jFePxDjIlOmVxI4trrG5MikdFvXC4cb06b37TjA9/UBIWXDSof2WVl/xZT+FPCd83D9iZlO+sRP/heuc1mCk8iCdDfS24IPOvbTc/nzpyyhqL/4x3y4RY7wM7OLEK0bBWHNSTYrpzHO2+1R/EfpAA/BCgHUsXN/YAVT8jk31/0rwpt7U3b9Okg7Sd4uJxTfrGPIgbBT6DYfxqOLjje+t+t7msOmY6+ta44fSkkN1Juz/HJsO3iQueWZSSVf0Zb6++45EVfvY3tzHjIxycDUEjMNea72/aFx7VzXhg0bXX1v609wOd1uARe430INh02qN3G9K1uLz7fcemjREwzWdmtmHJtAqm+gGua+vw+9VdxtZ2xTgBl0t4ismYSMQVhlYeSKPN+tZWzM1lLXuFCjD8VVIw2XxpoxZCRbUm7/AKxiZSxBI8uW4OptYVF+K4lpBY5QhZmEaC0aljckLc6nmaq+RnEvxONKyFZ8T9oeI3gkhiSQma4PjSPKGLaDLlW40Ui1q3zcRxOXMy3P3piBK984e7WLCMh0UiwXKRpTTgrXGuQ2CG2a511a62tuBvy3FK4eKhLFiSSuQ2HiKddM4AR7bqVUsMp3ao5Wq0dcVxp5IgJCzGx153Q7AC37WmmhOhqL4nG+f4hbYA3+R20Pvan3AyqQ2aMoDZsmrFSdCFN75b2PUXHTWO8ZZUYowUncEkliOjAHyuLWte2lRjN1tAmHO9tyR/XT6XF7VoxU+bS6m/PLkNueY5QT+PvSZHKnMCVLXsQb3H923X82r3h5lPmuCT8SsLbHk3I+mnzrrx0jZX4Cqo8i+hUm3+E0iRM7ll8wXcbnT03truPwFZxDakLcE662IAv1+tq34XDXHkNmHInXT+4eZ9N/eno9tkIU66i/zGm3r/GvZ9Dz5fkGtYxGY2YXPXYi3I9fnr60pwWFLOFDIt+cjBF9iXIA+pqKqF/AeBy4uTJHlAuAWlYIgv6tqT6KCavXsd2DhwC5h+snYZWlI1tvkT+4l+X1qOdgO7OKMriJ3incWKLHZ41YWIJb77KdRsBva9rWXXfx4a7rnlRRRRXVAooooCiiigKKKKAooooCoP2/7rsNxEGQ/qsQBpIqhswANldPvfIg+vKpxRass2OQeNcJeCUoXWSxYXXMpGU2s6SqrIfTX3rRBCzaAcutdOdsuwOGxyMzxEzAeV0fw3JGwLaqf+oEVz72g4BiMDIc8M0SgnK0gDacryRjIT7WrllLFzVNsWDUJnJzdBt/n8q9PGG0FgPT+nKiAE7DXU35A9fzeliRW13Y6aevIDlXK3S5CD7MFOqk/Ot0kIuATv05fjb8acJcKDodz/IUkC5DbcDoN/T/AErJltumDBl0N9rk2tp19qXcNlABDXA5W5A778yKbVbUXBNySRvl16Ai/wDrS0zrkOv7JHO/y+H3pYQ+4Z1aJSzFQPkLjTf7u6jYny86b8dFcksbHMx5E6sfLYXNxoCbcuVHAXsrp8RUBtDbyt8Y9L6i/pWfiJBIj5XLGyjcXY6m2tTVGwrmYqucg2/YBKi3wg3O53IpfHiQi5crEMFcWIGU5bEAkE3uD00tvS/HYSAYdZAz4h4ls32fWIpc2aWa1owNQbDMfTemZDcAAbFrAZjZd9lBbQ5up11qknLhGPCyoT1trpo2h21HI3HSl/GOEFlQOCXXMqciCNg1ra3AIXoCBvqzTSeQlSCo3y5l32PJWH9Rca1PezsoeLKVv5Scotkso1ZxmBLWuBbawFwRcpNVtVLBCJFLOTtc2vp0YA6EdenpcV5xMxAsVRz/AL0fFY6DMdzyHmF/Wpx2v4Wsq+Jh2VZRmJAF2kvdrrpY/IlgLXvvUC4dLks6EAjQgi4/dYHdWHI+vMV1l3NudmqUQw2BZLnrfcX/ALw5jW39KWxAP8ICtrdPum3NSfh6WJ+fKk7C3nTyWv5Qb5BYi4Lastr3vqL2NxqXLg0EWIfK064a+zOheI/9asDFz3BXbUbVNm2zpsj4VK5H6qYtpa0b5iD/ANOo9bH3qyOxndHHIni4sYlToPDfJGGtY5v1bM9r6alTptUj7v8AsVPghmbHGWIjSKNf1Wv3ruWI6+TLre971ODXTHx/tOWX6aMBgI4Y1jiRY0QWVVFgB6AUooFFdUCiiigKKKKAooooCiiigKKKKAooooCkHGuEDEwtGXkjv96JyjD5jf2NL6KDmbth2cXBYp4UmaVgQSHiaNgDscxNpQbnVdN+lIsKPLrudf8AL0rpHj/ZyHFRkSRxuwByNImbKTz0INvQEVTPavsPLgtS3jFrkCGCQDe3Qqg9MxOmxrzeTCz0645Iwxt7mkeIUNv8I3Pvy/hSqYMhIYHNYkAgjy73seWh152+iIXKECxv+b+1q5RdaiCNy2U9N7W9da8NKCLAakj0tbYXpS0l725Cw+u/8K9PApIuOV/z61W2aaOBT+HOSTcMLfMajflp+NOmOkKsBaxvvsTrZQiWLEkgnXYUwT4e2UqSCSSPkdD+elPmKsAAGzEqGDJdcwcC5U20O6hjpl35Gqs32yMuzpL48MjIyxiMFdmUk5geTg5howPtSEPqxsLDT0zHcDzA6dRcabEGhZXAYLdbgiyEiyhcoBA5mzNm196RRzKFsRt6n6aGx99Nt6av0L3yrEL7m7ba5QOtr2Omx+XOpDwXjskMZKDOjZQ4uoWNpCUUvbRlYgFct72N7HaD43HE7aEW25Aagep5635XvThgBbRmh8rSsRI7MkmWNWEfhDykgvcWF2ZrDY3qYM5J/wDY5Zc2e5Egyz5Yo5YpUh2mC3JGoN8oLAjf4bxnivY2bBBMVDEZ8HOvnTzOFH3opbAMLHVZLAjTmNXDg6mMBUCSqgjiWT7LJfVczxMyt5ZPMAWN9VAA0qze7V0EmIEQkMUjBwcxMKFLq0caSNnU3BJW1gdL2sBuF70zL1tVnZbsUMe2bBTOttck0T+QjkMTGDG2ux0a24verT7Ld3zIQcdBgZ31/WiMCU9M1kCv76H3qfAVm9dOMRt5ihCqFUBQNgBYD2A2r3RRVsFFFFAUUUUBRRRQFFFFAUUUUBRRRQFFFFAUUUUBWLVmigiPFO7HBTO0jRs0jXN2mlyk/tAPqPSq+4r3MYsaxNC5c6hF8JFUaADMxyi2wAN9bkc7voqbjK3lXPE3ddjo5Fj8LObZiV/skBOmaWQKp2ubbab0yDBkmUxsJVjBLOl8gA53PJje3W4tXUDICLHUHcU38S7PQTxiKWMNGGDZNlJX4bgbgHW3UA8q53xSqmbmHFYVsqtbyklQ3UqNR8sw+tO+K4e0sYCq0pXKA8eoizkAmSQEoLMdgQo81wbXq1O3HZ3hmFjfFYy5jVBDDCNI13YJFEmXOzG5OY7DWwBqruHcVWUMuGbxTlZfs80jRHawcQRgxTBFzGwJayg6kVnCxvLaKcQmkhbKwUqb5XSzI1gBdGt5tDy01pK2LDC6K19TsLAdbD+JsKe+JYdcVi48PHIkjSSpGpjSRY8pCozKj3y2IYlhpZRy0DBgJ/DdmQmwvYc5Fvqh9Cu9XrpO3jE4ORQjFbBwXXUG4Bsb219wdaU4biHkdRlUsji4UX1kVhZj8OgOvS453p247ho443ijKv4T5zIuklpEFlYZvuMzIbaaDa1qj0UGn4f0pvo+p3HxRiwZziCHxQjkyypG0jJFeL4SMkilh5gQpWwuSBVndhpIziIvDJYhHBWe0csfh2VxDkT9emYk+Y6XXU30rHsz2LTiWGKwyeHiF+ISElWZFOUA7oXIBvroSPuirG7E4pVZEljyS4YkMjWzRnIUNiCQDlawItcHS41Mbksq9bWjWRXmNwQCNiLj50JIDsQfY12cnuiiitBRRRQFFFFAUUUUBRRRQFFFFAUUUUBRRRQFFFFAVEu3PePBwzwxJHLK0myxgaC9gSWIGp0A3Nj0qWmqY76sFixiYpV8CSJgFVHjuylWFyTY6Xa+a4sL1lbFk9le2uF4hHnw8gJHxRtpIn7ybjbfan6udX4diGngkwLn7WL2dYWgBy2zRsXNpVJubm4sp1sDXQmDL+GviWD5Rmy/Dmtrb0vWY5bhZpuoooqmKx7+eCmbAxyZZGWB2dwhUAIUILHMeRsNATqaqvs92eXEJIq4ZsO8KhzLLNaQHQqVVYle+obTSw9r9Edr4YZMFNHObRuhU629Qfla/sDVF9k+HYmecLFDDGIB4EshsWkCnaPyg3bLzBFuWhFcs7+l4xIO6bspm+0cQxCnxovGiW48rHIGOIUkfEbsMw0OZupqocDw6V1Bjjkf9xGb3F1Bq+cZx2QQMiyoixhkECER6KCAjOwZ3BItdQL3v6GOLLYkObrnyeYsQPgC6MSALk/kVF8sVMKgGG7O45tBDkzp4RDlV8hIbVWOZWuBrapP2Z7AywziTEYVcRGFYJH5yjSG2QyWQ+Qea++pGhtUv4RxFVIUShVZdlZQBeFrkZDeOzaknmRqLVIsBxZQ1g7MgGUn4gCQoQBjZnAOYXsTzYjnnPbeMM/BuCypKWXA4bDqbawGRXuOt4UQ2OwtzOtLuO8Ed5nxMaBJSF8xVSCyrlLkXurFMouDfygbU+cP45C17NlsW1cGO/mO3iAZvlTbju1sSso3BzAkWsGVRlPxXy5lttrmU8qzq+260hHHu0PEsHLH4+KgSIuug8TNlBN7B7qSumg6jTSnPgHHkMM7YbFK6Yd3xiANZvAILS4eSNhmCjzZSoGy+t4Z3ry+JiIZP7dMrLlDaKxII+HVb8xpavCcHmmw5xJhiw0sDMg1ZXYBdQVa4lBBII8uhvc3tV6mk77X+naJPL5ZGUqGzIrOBfkcgNjbXWvSdpoSCQZNP+FJr7eXX5VBewPB5oUUqueOQalWzZWtqPNuAbjTn1qaYfENYKAvTU5SLE7j2H4UmdLjDpg8csq5kJtcjUFTcciGAIreWFR6fCK0jElr72WR16clYAio9x0woUBjPmIGd2Yx36MSW156i341V8mmTDacT8VhQhWkQMdlzDMfZdz8qVXqP9meCQRqHQxSPbLmjChRbcKF0H8a8d4jTDheK+z3EpSwIzXCswDsMgLXCFjoL6VctvtFmjvhuNQSOUSaN2GhVXBIPsDS29cv9mnwkkgw+H+1NO5tHJEFjMYGvlcvmA057/Or07t+KYqbCMMYLyRSNEJAABKqgEPYaX1sbcxSX9liWUUUVTBRRRQFFFFAnxeHLgWd0t/dtr75gaqnjnGeLQTyJHMx8ImUK+HMviKVIWMSRhQ6355Vt949beqG97PDIpuFy+KCQpUrZitmLAX0IB32NxU2NiB8H/SJ82XFYZl6lDfKRobqbG3PrVicH7xsJiYjJHICotm1sVv/AHgdRvXPeB4TFjDDhsPEWkZ8pms5Yki1mN8gC/EdfhU9QKnnEP0d5YyWweMF7WtIuUk8wXS+h/d+tTN303qe1l8Q7fYeNgiESynaNGFyOuuwqCd4uJPE44USOSFgXBciKVfDcoGOhzDXLYix0NQXDcBxfCcfH9qUEhWZMrhlKi4JX2JGhtvT7wjizTyvkJUOS3lW5O2ax2UE5SRzvoTtXPPLKOmMxqXdieGQYOVprSTyCJYs5HnBVjmCliFVSLaC1svU1YHD+NpK2XK6MQSFcAEgblbEggXH1qqOM8eHDokkL6OVXwmQqwuRma2oIUZttLi1+RnmFC/asO9gcwdARyzIWuOoOUfhWYZ2a2ZYz4ldV/267wZcJiPCgQNaPOzHUAlrBSBubKeY/jVgVQPeXhm8ds0y5452dow580ZYENl6AZAQP2jrvXXP454nni3aETlTO5kKldNVQWv5gqkXtvrc70j4VjokXLDEuyhmWwuVa9g248xJv1261C+G4kuSzFrX0zWGbblbyjW3tvUm4Jg42JNxlc2Ku1txc2ueuleW7nt3n8SjiPapMOYFNx4jCMq1iASCfXnaq27X46SHGyoBHawZWK5ms++rE5RfMLDT61t72sUyywRhiQgz3vmCsdlEmpNgL2JNr+tNvaHF+PFhsTcFyphfS2q+ZdPYtrV4461f2nKk3+3sSSCZ5NRbcDl6AUnfFub3d2O+rEnT1JpIZtPnWTJV6Rtvmx7kC7voCo87e+uuu/4Uki4k6SLIrElWBAbVfKb2KnQj06GvGfcfm9Z4VGrzori63JI/dUn+VXOvbKuTGx4DiXCziQY4ZljYCwFyQQWidFF3Plsu5s1xcGm7sDw3E4pRLNKYMMojjdY3XxHZbecG1ohlte3IG2uoZ+G8cw/kuiR2ClbKLAkfK41H9amPA8TmisAEFwgZFuSkjFsqka2uTcXBFx0ueXP5p04/1MJ+B8MZTGpWFiGQMjvE4JFsym4u3O5vcjnUdxHdnNEthxXFEDqqk7HmTc6XFPD8eihRbkZcygAq0ZylgpYBtCoFzYG9htrUh4XhxKnm1Kkoflt+BFVy31pnGTvaJcHweKgj8OOdsRqTmkS7a+uawGg0H8zTjJ2Wxs4tLLCFO4MYY2vfQXsDoPpUzgwyqLAWrbVTxf8ApNz/AEiPDe7mKM3eWWRt9Msf08MAgannzqVqtgB00r3VN9su8x/t02GWRkjjYR+Q2LWUF2LAXHmJWwP3fWqusInvKovi8FLg+IyYJMzy+NnhCG145vMbte0dxa+xOXTQ2N3dk4IYcOsaFQzF2bkWkzHxGAO4zA6jSqkh4ZEkv2hyW+NmlzNezKReQjWwDfFrYLuDVgS4iJsO1rDKqldP92Li52uw39xva9cpnN7jpcbrScXrNRPsTxyOTPChF47XA2vzItyNx871LK745cptys1dCiiiqYKKKKAqE94XaeNIWw4IYyKwkFs1kNwQdCFJsdTfY2HSU8ZxhigdxuBod7E6Am/Ib1zfx/jDTYkksQuZi3m0JItuwALWtoPlXLyZWdReM+1LeBcYiDRwoxUIPEUJ+ry6lB8FrX1Gt9KszsXxlp0mVjcwy+GCSSSpRW1za6FmW/p1vXOvZ7EO3Ejmaz5dA6lcy7lMp1+FiR+6KuHut45hvFxMbSIMRJKMgY2d4lijy5SdGXOZbW53Nc8JcctLysuKP/pBwAS4RyE2dASTm3vYrsV/Oxpo7uMOZFkZGyyRsU1XNm+Fi1rje1rX5CtPfhxovxIRlbeCAqXIIIaxLaarqbfKnTsAfDzFInbNlJ8wG1uZa7C2osPSnkphEc704sRLioYtJC6nw1Qi5AO5F9NjuTsddKsPsPxRpeHcOlPxKyoSdT+rcxXv6qB9aZuBYNMR2pRh8MMDuRqLNlKkFW1H9qDbqa9d38hXhGCGozT29bNiLfQitv4Qn5VcmPxLIhZY2kI2VSAT82IFvzY1zp3kYRp8fK4UpIIvGxQBJjUFQqqjlQzPYAWIAJ2A1ronieKaOJmSMyuB5UFgWbkMx0UdSdqgXEuEYjwJ5pbZwkkxLfDnRGysRp5VBsqDbe5OtdM7pGM2pLD4gCV77AdNRpflqSN+ptU17I8XKt4Mj5SwHmVRITm2IDXWxsdxaqxw+JyzaEruvlO1kI3O+tTHsLxPPljky3jyqMwv5SxIt5htc6A9K4546m145N/eVOkTSxeI7tO0JzSRqMkaBmfIqKAMzlCSBrlqDDH/AKrwQPKHzg3PQqTrte+1Trt9wF5sTh4IlDySERqQMlyQLuyjQbEkjS19rVKn7h4vBhjElnDB5pbXLKBZkQXsgNxY8rc66Y2cZtln+rpSvib+m9bsPE7kBFLmxNgNco3OlX83c7hPEjYJ5YlyrGL5WbNfO5Jux9+tPnA+wGHw7ySRpZ5TdieVhYKOi+nrWcv1Di5uwHAcRPI6QxM7IAWAsCvuGI6U7S9lvsvDjjJPESZpGgWJ1y2PNxfU+XpprXSWE7ORRzPIiBXkChyPvBL5b8rjM2u/0qve+6KN/AjcMyxRzTsAbC/lCliNRs21Lb9NRSuDldfDZRYGwudLlNLBjrt061bfZXMxaIsQwETC4OW91YEEAXYkdb2t86dWXLCijQuWJI0NgbAXPLepPwPjErgshGZVGa173F9Rr03/AJc58uO+24VNO9CZ4MItypOdMtiSTlYGzAjT/Kp93Y8XMuHUkWzopX1CgC+vowH/AE1Do5Y8bAsDurNMrxKwYPlMqZUJsdSHKb670o7kuJH7KYZFCyYWYxkc8rG3mt0LML9F9KzCdS/1uXvS4axWRRXqcHl2sCTy1+lcb8T4kZcXJNf+0kdxoNncsum3Mb115xy/2WfLct4Ulrb3yG1vWuQ+CmATI0+sZVw1rsVYxkRkAa6NlrK1NYeKF8BIubNmBBA+MXIDWSwy6cwbdKUcO4xJCPBdnVmykAMQHBAGmltrA6e+4ph4Hhi0EiDy3Nxlve4NzYjW41IqVcE4tGoVJYgVdcxBAYi1rnmM1yDfnfX08m5jt3nZF2K7RjDcbZbgxtIFzA6AlbNrzVrt6XUV0deuTcRFLHxOSKKMSzSy5UjykhlcgplJbyWXKQ33bb2FdV4FGEaBzdwqhj1YAXP1vXowjjk30UUV0SKwTWa8SAEai49aCJ95fF1j4dJYg5/LbcEX8y899vnVK8A4mgWSSQLkBILBbupH7Q0B00uKkXeP2kXFPJFCAERwnS5UEk69dPkoPOq64ZIqwS2182YWsOQGuug+deXL/W3adF3Zl1OIxE2rC5ylvMW1uAxPM+U3/Z3FY4vG8kMMg888rMyspJOdpFCKp3DAZPp7VoMhhwaRrbPPqcpubNpl20ve2hpyxUwg+zLK6h40UsyXurZ08Mm+zgKdf2R1rfu/+6Z80Q9upW+2Wmk8SaNFjkfrIl8xI5G/L0qU923aqPwRFKyq8ZKox3KWuo9bE2qB9r8UZOITO5zZnBY2ALaC58oAuf507dluNiGWfLcqyFgL6Gy6aHQn5VWc3iY3WSa9z2KzcR4lit/DiPv8WgHv4dbO78PNNgcNhzIEw6iXFB7N4ZZC6MpOmrm2XW19QMptr7le7+HF4T7RI8qsmIIKo5VJERF8jrsQSzX9Dbarl7P9mMNgo/Dw0SxKdTbVmI5sx1Y+pNdOM6/iNl+GwwjUKLkDqSx9yW1JqPd5k+Tg+NI/3Lr/AN/l/nUnqDd9OIKcGnI5tCp9jKtxVVLl+OQB7sOZPzvT/wACxKNiIygJc3uttDYXNr89L/KoyRzp1fAyYPFokgs6+Gx9pEDDe3JrVGWO4qXVdB9gcGj4uZyhDxxwqpYbByS1jsb5F112tVhmKq67o8Z4jYg+kPtpmFWTU+Of5Vne2vJrXpEtXqs100jbwRrVKd9WIJxMsY1JwygA7XzOzAftZVJsL8ttKu21QHvK7vJeIPFJA8aOgKlmvcA31FgcwszeXTYa71mWO42XTn3tpw8YfGNh1AURLEPm0KFifUkk0/8AY+UlHI0aIQkHcXJfQgnUabVp74sDk43OC2bOIWvz1iUa+un41FY+ITpn8OSVRoGKsVBAPlzZdCLk2v1rM8eU0Y3V2uXCcRQxJIp2kifKf/xuki5lW/IXuD0Ip4XhownGOIPC0YE8RmaI3BJRQ0jLZSN5Afdz8qRwXGpRC6+I5zEOwLnXI1yQDcA20vbpXRvGe7hMXjI8SZ5EACFo1C+YqUIs5GZAcihgN7DbW8Y4WSxWWW7tMoHJRSRYkAkdCRtWygUV3cxVI96/dLlMmOwYAX+0ni6W1aWP+JX3t0q7qbO00ObBYhesUo/wGg5q7LYsIGu1tTq1rXB1sCN/zzpdhMRKwCxtlIXPGxFwVsPEjOYGw0DD+gqNcMxDRQGQGJhe5ViQR1sTzrbhe3MieFliS8bMRfN5lYm6MNjoSNLaV5bhbbY7TLU7Xn3WcNw8pfGjzzWWHMbHKqi5sQBqb6noAKseqv7kuJeJHOMscYOR1RCTbVg17+oH1q0K7+P8XPL2KKKKtIpFxrBNNh5Y0fw3dGRXtfKWFgbAi9vcUtooOW+8TsNLwyOPxpvFeeSRvKWy+UAByG1zm5B6VGJFGWQKo0YMNNhpt0tVu/pJrpg//wBv8Fqp4Fvf1JH+Ef0FRl0qHHhMCQoMTMxYZCI1zAnMdgAfh2Ft9Dc0h4tPLiWBKkGVlCKATcnyoik7221O96T5BnA5AKbcrldTats0hjhhlQlXRwytc6MDcEA6XuAamTvbbetGrFZs5DfEPKeeqi3z2pTwoEyALcGx1ALWt6DUikqxi1TiDCqp4OyqAXjkLkfetK4F+umlVl6qZ7Wx3BzA8PlAFsuIYH1LRox/8rfKrMqse5jyvjkHwh4nA5ZmDAn3IRfpVnVuF3jKX2KgPfmf/RJ/3of/AHVqfVWvf8x/2UByaaIH1GpraxQXY/hH2rH4aAjyySoG5+W92/AGpz+kBw7weKRyhfLJChHTNGxBHyGT60z90cYHHsGB/wAX/wBiSpr+kmgvgjz/AFw+Ryf0oHjuIi8mKe97tGB7WbUfjVs1WfczhVjjYKLAxQHcnUl9dasypw9Ky9iiiirSKxWaKDmTv5W3GX9YoT/hI/lWO73sx9q4VxdspJWOPw7c2izSkDqfKv1rb39D/wBZb/kw/wA6nP6P0I/2XidB5pnB9R4a6VgoTDYkrYjlf6HcfSu08I141PVVP1FccYPDr45W2mfLb0LMLfSuvez7XwmHJ3MMR/wCs+t+HCiiiqYKQ8e/+1n/AOVL/wCBpdSTiw/+nl/5b/8AiaDjjDzDwiDpa5F+d+nry+dSXvA7JjAvgyAAs2Ghdj/xFUCQ25X8p9yaiDjy/Sr4/SIwafY8G2UXSVo1PRTHcr7eRfpUyNIO4XiV8XNGxF8hIA1GW6m9+et+VXnXNHcK5HGFA2MMl/wrpamM0VmiiiqY/9k=Jika politik itu Panglima, maka ideology adalah Raja. Gerak bangsa ini melaju dengan cepat jika tataran politik mencapai kematangan. Elemen penting dari politik adalah sebuah tindakan kenegaraan. Implikasinya pada setiap “action” para tokoh dan cendekia. Sedangkan satu sisi, ideology merupakan pijakan tindakan politis yang dilakukan oleh mereka itu.

Di setiap Negara di belahan dunia ini tidak ada satupun para penggagas Negara mengesampingkan ideology, karena itu benar bahwa ideology adalah Raja. Negara yang kuat dilandasi oleh dasar ideology yang mantap. Komitmen memegang teguh keutuhan bangsa akan terjadi jika ideology Negara dikedepankan. Kita ambil contoh Amerika Serikat, bagaimana para punggawa Negara mengedepankan ideology. Mulai dari wamil yang tidak pandang bulu hingga cara warganegaranya bersikap. Karena itu kita jumpai bendera US dimana-mana. Di sepatu anak-anak kita, di “udeng” anak-anak, di kaos anak-anak. Tapi adakah merah putih dipakai oleh anak-anak kita?
Mengapa Paman Sam bisa seperti itu? Karena secara politis, strategi yang dirancang benar-benar mencerminkan adab bangsanya yang serba eksploratif-liberal. Didukung oleh gerakan politik yang benar-benar menjadi panglima. Paman Sam berhasil menyandingkan dengan “apik” antara Politik dan Ideologi.

Ideologi dan Politik Kita?
Sebagai sebuah bangsa, kita sudah berdaulat penuh dalam tataran konsep. Tapi belum secara sosio-realitas. Mengapa? Secara daulat, jelas. Konsep yang ditawarkan oleh UUD Negera Republik Indonesia 1945 begitu nyata tersurat dalam Pembukaannya. Secara sosio-realitas, kita masih perlu banyak menggaulkan kedaulatan dalam setiap aksi politik trans internasional. Untuk itu perlu didukung oleh kekuatan ideology yang dapat menjadi power setiap aksi bangsa-negara kita. Apa belum kuat? Ya. Sebagai bukti adalah tindakan politis yang dilakukan oleh para elemen bangsa masih masiv. Tidak menjalur dan cenderung bercermin terhadap apa yang diluar pernah lihat, bukan didalam yang pernah dilihat. Kondisi internal carut-marut, tidak menjadi tauladan sikap politik yang baik. Sehingga mudah dibaca dan dinilai bahwa bangsa kita masih rapuh dan mudah disintegrasi. Sikap individualistis dikedepankan sementara secara komunal dikesampingkan. “eker-ekeran” masalah kursi, kesempatan memenangkan tender, rebutan jabatan dan se-abrek kepentingan kelompok begitu nyata.

Dari ilustrasi tersebut tidak memberikan contoh edukatif sama sekali. Yang ada adalah sikap menjalur sesuai selera, semestinya tidak demikian. Sikap politik para elemen bangsa harus memberikan kedewasaan berfikir, dapat ditiru dan sangat nasionalis.

Apa Kaitanya Dengan PKn dan PPKn?
Tidak hanya sebagai ajang pendidikan bela Negara, seharusnya PKn memberikan gambaran macro sekenario pembangunan ideology bangsa, tataran kurikuler yang dirumuskan yang implementasinya dalam materi ajar juga harus semi-praktis. Ternyata kita masih malu-malu. Sehingga “ending Purposes”nya tidak jelas. Tidak usah diuraikan panjang lebar hal ini, salah satu buktinya adalah kini para pemikir bangsa kembali pada PPKn. Itu jawabanya.

Apak karena saya guru PPKn bicara seperti ini? Tidak juga. Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, yaitu pendidikan tentang Pancasila sebagai dasar ideology bangsa, sementara kewarganegaraan adalah Civic Citizhenship, yang biasanya pada setiap Negara menjadi pondamen arena pendidikan ideology dan sikap kenegaraan, di Negara kita tidak menjadi titik penting. Seharusnya ada sedikit dogma pada pendidikan Pancasilanya. Karena tataran ranah sikap, sikap ideology bangsa. Yang terjadi, politik telah menghancurkan semuanya. Bayang-bayang masa lalu menjadi alasan para elemen bangsa. Seolah sikap masa lalu menjadi pobhi, dihindari dan tidak demokratis. Tidak mengedepankan esensi, tapi nilai praktisnya. Sehingga terjadi missing velue ketika kita mengingat P4 tempo dulu.

Berubahnya PKn menjadi PPKn sebagai upaya sadar, bahwa para pemikir bangsa ini terbangun dari kelelapan sebuah sikap politik yang keliru. Mendominankan Pancasila sebagai salah satu mata ajar di lembaga pendidikan tidak keliru, tapi harus. Prakteknya jangan hanya menjadi syarat, yang seolah-olah tidak penting. Karena pemetaan pendidikan, PPKn jadi dikesampingkan. Boleh siswa kita “pinter” Matematika, Fisika, Bahasa Inggris. Tapi kalau dasar negaranya tidak dipahami bisakah merehabilitasi bangsanya? Mari kita tidak terjebak pada dikotomi nilai yang ambigu dari penerapan dan pengamalan Pancasila, tapi kita mencoba mencermati tiap tindakan kita dengan pandangan hidup bangsa, Pancasila. Mudah-mudahan perubahan kurikulum ini dan bertambahnya jam PPKN menjadi 3 Jam akan kita jadikan momentum untuk menanamkan sikap ideology yang efektif. Sehingga melahirkan generasi yang memiliki sikap politik adaftif. Selamat menyongsong kurikulum baru, khususnya Guru PPKn.

Senin, 30 Juli 2012

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN PKn

Model pembelajaran PKn bercirikan pada pengembangan sikap demokratis yang bertanggung jawab sebagai seorang warga negara. Berkenaan dengan ini. Secara umum Rath dan Kirchenbaun  mengidentifikasi beberapa model pengembangan sikap demokratis yang bertanggung jawab yang cukup relevan dengan pendidikan kewarganegaraan.

Model pembelajaran tersebut antara lain: 

MODEL PEMBELAJARAN
KARAKTERISTIK POKOK UNTUK MASING-MASING STRATEGI TERSEBUT
1. Pertemuan Kelas Berita Baru (Good News Class Meeting), 
1. Pertemuan Kelas Berita Baru merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertangguingjawab melalui pertemuan kelas, guna membahas berita aktual yang ada di media massa seperti surat kabar, televisis, radiao atau internet. Contohnya : berita tentang demonstrasi yang berujung dengan perusakan. Dengan membahas berita aktual siswa akan selalu punya raa ingin tahu dan peka terhadap masalah aktual yang terjadi di lingkungannya.
2. Cambuk bersiklus (Circle Whip),
2. Cambuk Bersiklus merupakan strategi pemgembangan sikap demokratis dan ertanggungjawab melalui pertemuan saling bertanya dan menjawab secara bergiliran. Setiap orang harus mendengarkan pertanyaan siswa lain dan menyiapkan pertanyaan untuk siswa lainbukan pemberi pertanyaan sebelumnya . Contohnya , siswa A bertanya kepada siswa B “Mengapa terjadi tawuran di sekolah?” . Siswa B menjawab pertanyaan itu, kemidian mengajukan pertanyaan lain terkait pertanyaan pertama, “Bagaimana cara menjaga kerukunan antar siswa dan mencegah terjadinya tawuran lagi?”. Dengan cara ini siswa akan terlatih untuk selalu peka dan tanggap terhadap orang lain.
3. Waktu untuk Penghargan (Appreciation Time),
3. Waktu untuk Penghargaan, merupakan startegi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan untuk memberikan penghargaan atau penghormatan terhadap orang lain, misalnya: menghadiri acara duka cita karena ada orang yang meninggal atau kena musibah. Dengan cara ini siswa akan terasah nuraninya untuk selalu menghormati orang lain karena mengakui prestasi yang dicapainya atau dedikasi yang diberikannya kepada kepentingan umum/ orang lain.
4. Waktu untuk yang Terhormat (Compliment Time),
4. Waktu untuk Yang Terhormat, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melelui acara yabf secara khusus diadakan atas inisiatif siswa untuk emeberikan penghargaan kepada orang yang sangat dihormati. Misalnya: acara yang diadakan pada saat ada seorang guru senior atau kepala sekolah akan memasuki purna tugas atau pensiun. Dengan cara ini siswa akan selalu memiliki empati sebagain bagian dari tanggungjawab sosial.
5. Pertemuan Perumusan Tujuan (Goal setting Meeting),
5. Pertemuan Perumusan Tujuan, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan yang sengaja diadakan atas inisiatif guru dan/ atau siswa untuk merumuskan visis atau tujuan sekolah. Misalnya :simulasi rapat sekolah untuk merumuskan rencana pemugaran sekolah. Dengan cara itu siswa akan meliki rasa memiliki sekolahnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan kecintaan dan tanggungjawab terhadap sekolahnya tanpa harus diminta.
6. Pertemuan Legislasi ( Rule Setting meeting),
6. Pertemuan legislasi, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan untuk merumuskan atau menyususn norma atai aturan yang akan berlaku di sekolah. Misalnya: kapan siswa bolah tidak memakai pakaian seragam sekolah satu hari dalam seminggu kemudian menuangkannya secara konsensus menjadi salah satu butir aturan dalam tatatertib sekolah. Dengan cara ini siswa akan mampu berpikir normatif.
7. Pertemuan evaluai aturan (rule Evaluating Meeting) ,
7. Pertemuan Evaluasi Aturan, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan untuk mengevaluasi pelaksanaan norma atau aturan yang telah disepakati dan berlaku di sekolah. Misalnya: simulasi rapat tentang peraturan tentang hari bebas berpakaian satu hari dalam seminggu kemudian secara konsensus menyempurnakan butir aturan dalam tatatertib sekolah itu agar lebih adil. Dengan cara ini siswa akan mampu berpikir normatif–evaluatif.
8. Pertemuan perumusan Langkah Kegiatan (Stage Setting Meeting),
8. Pertemuan Perumusan Langkah kegiatan merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan untuk menetapkan prioritas atau tahapan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa di bawah supervisis sekolah . misalnya ;simulasi rapat penentuan prioritas kegiatan kesiswaan untuk satu tahun mendatang. Dengan cara itu siswa akan mengerti dan terbiasa menentukan prioritas dikaitkan dengan ketersediaan waktu atau dana.
9. Pertemuan Evaluasi dan Balikan (Feedback Evaluation),
9. Pertemuan Evaluasi dan Balikan merupakan strategi pengembnagan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan kebijakan sekolah atas dasar hasil monitoring kelompok siswa dan / atau guru yang sengaja ditugasi untuk itu. Contohnya: simulasi dengar pendapat sekolah untuk mendapatkan masukan pelaksanaan kebijakan larangan merokok di sekolah. Dengan cara ini siswa akan selalu berpikir reflektif dan evaluatif.
10. Pertemuan Refleksi bekajar (Selation on Learning),
10. Pertemuan Refleksi Belajar merupakan staretgi pengembangan sikapdemokratis dan bertanggungjawab melelui pertemuan pengendapan dan evaluasi terhadap proses dan atau hasil belajar setelah selesai satu atau beberapa pertemuan. Contohnya: pertemuan untuk meminta siswa menilai kemajuan belajarnya dalam satu semester. Dari pertemuan iniguru akan memperoleh masukan dari siswa tentang hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran, dan siswa akan mendapatkan masukan tentang pencapaian kompetensi yang dipersyaratkan dan tindak lanjut peningkatan intensitas belajar lebih lanjut.
11. forum Siswa (Student Presentation),
11. Forum siswa, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan untuk memberi kesempatan siswa secara individual atau kelompok menyajikan pendapatnya hasil pemahaman terhadap sumber informasi atau projek belajar yang dilakukan atas tugas guru atau atas inisiatif sendiri. Misalnya, curah pendapat (brainstorming) tentang pelanggaran tatatertib lalu lintas. Dengan cara ini siswa akan terbiasa bertanggungjawab atas pendapatnya dan mau mendengarkan pendapat orang lain dan jika ternyata salah mau mengakui kekurangannya itu.
12. Pertemuan Pemecahan Masalah ( Problem Solving Meeting),
12. Pertemuan Pemecahan Masalah, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan terencana untuk memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitar atau lingkungan daerah atau nasional yang menyangkut kehidupan siswa, seperti pemecahan masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa. Dengan cara ini siswa akan terlatih memecahakan masalah melalui langkah berpikir kritis dan kreatif.
13. Pertemuan Isu Akademis ( Academis Issues),
13. Pertemuan Isu Akademis, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan terencana untuk membahas masalah akademis. Misalnya , pembahasan isu tentang gizi, cara hidup sehat, perubahan cuaca, dan korupsi yang terkait lingkungan daerah atau nasional yang tidak secara langsung menyangkut kehidupan siswa, seperti pemecahan masalah busung lapar, flu burung, pemogokan buruh. Dengan cara ini siswa akan terlatih memecahkan masalah akademis secara populer melalui langkah berpikir ilmiah secara kritis dan kreatif.
14. Pertemuan Perbaikan Kelas ( Classroom improvment Meeting),
14. Pertemuan Perbaikan Kelas, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan kelas untuk membahas atau memecahkan masalah yang menyangkut kehidupan siswa di kelasnya atau di lingkungan sekolahnya, seperti pemecahan masalah bolos, tata tertib sekolah. Contohnya, diskusi tentang upaya memperbaiki situasi sekolah. Dengan cara ini siswa akan terlatih memecahkan masalah yang aeda di kelasnya melalui langkah yang demokratis.
15. Pertemuan Tindak Lanjut (Folow UP Meeting),
15. Pertemuan Tindak lanjut merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan terencana untuk membahas tindak lanjut dari suatu kegiatan berseri di lingkungan sekolah. Dengan cara ini siswa akan terlatih memecahkan masalah yang ada di kelasnya melalui langkah yang demokratis.
16. Pertemuan Perencanaan (Planing meeting),
16. Pertemuan Perencanaan, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan terencana untuk menyusun rencana bersama. Misalnya, merencanakan piknik akhir tahun , pentas seni tahunan, pemilihan pengurus kelas atau OSIS . dengan cara ini siswa akan terlatih menyususn rencana yang layak melalui kesepakatan.
17. Pertemuan Pengembangan konsep( Concept Meeting ),
17. Pertemuan pemgembangan Konsep, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan terencana untuk menyususn suatu gagasan baru yang dimaksudkan untuk mendapatkan bantuan, atau menyarankan pemecahan atasmasalah yang cukup pelik. Contohnya, diskusi kelonpok untuk menyusun gagasan Desa Sejahtera , Sekolah Teladan , Sekolah Unggulan, dan sebagainya.Dengan cara ini siswa akan terlatih membangun kerangka konseptual dan mengajukan pemecahan secara konseptual untuk memecahkan masalah.
18. Pembahasan situasi Pelik (Stiky Situation),
18. Pemecahan situasi Pelik, merupakan strategi pemgembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melaui pertemuan untuk memecahkan masalah yang terkait pada keadaan yang pelik atau dilematik. Seperti: penetapan pilihan membolehkan atau melarang siswa untuk melakukan pendakian gunung atau kegiatan yang mengandung resiko. Dengan cara ini siswa akan terlatih mempertimbangkan resiko dari stiap keputusan melalui lantgkah berpikir kritis dan aspiratif.
19. Kotak saran ( Suggestion box/ Class Box),
19. Kotak Saran, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pengumpulan pendapat secara bebas dan rahasia untuk memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekolah atau lingkungan sekitar.misalnya, masukan ke dalam kotak ini pendapat anda tentang cara meningkatkan kegiatan sekolah kita. Dengan cara ini siswa akan terlatih menyampaiakan pendapat dan menghormati privacy atau hak pribadi orang lain.
20. Pertemuan dalam Pertemuan (And Meeting on Meeting).
20. Pertemuan dalam Pertemuan, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan kelompok kecil dalam konteks pertemuan klasikal atau pertemuan besar. Dengan cara ini siswa akan terlatih dan selalu berusaha untuk memelihara .

MODEL MODEL PEMBELAJARAN LAINNYA
  1. EXAMPLES NON EXAMPLES
  2. PICTURE AND PICTURE
  3. NUMBERED HEAD TOGETHERS
  4. COOPERATIVE SCRIPT
  5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR
  6. STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISION (STAD)
  7. JIGSAW (MODEL TIM AHLI)
  8. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)
  9. ARTIKULASI
  10. MIND MAPPING
  11. MAKE – A MATCH
  12. THINK PAIR AND SHARE
  13. DEBATE
  14. ROLE PLAYING
  15. GROUP INVESTIGATION
  16. TALK STIK
  17. BERTUKAR PASANGAN
  18. SNOWBALL THROWING
  19. STUDENT FACILITATOR AND EXPAINING
  20. EXPLISIT INTRUCTION (PEMBELAJARAN LANGSUNG)
  21. INSIDE OUTSIDE CIRCLE (LINGKARAN KECIL-LINGKARAN BESAR)
  22. COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)
  23. COURSE REVIEW HORAY
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO 
Dalam konteks pembelajaran, portofolio diartikan sebagai suatu proses sosial paedagogis adalah kumpulan pengalaman belajar yang terdapat dalam pikiran subyek didik, baik yang berwujud pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Untuk memperoleh gambaran tentang pikiran yang ada dalam diri subyek didik itu perlu diungkap dengan memberikan sederet tugas yang merupakan suati kebulatan. Hasil siswa berupa laporan tugas dikumpulkan dalam portofolio/kumpulan pekerjaan. Kumpulan tugas ini dapat bersifat individual atau kelompok.
Model pembelajaran berbasis portofolio merupakan bentuk dari praktek belajar kewarganegaraan, dengan maksud membantu subyek didik dalam memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar secara praktik-empirik. Praktik belajar ini dapat menjadi program pendidikan yang mendorong kompetensi, tanggung jawab, partisipasi, menilai dan mempengaruhi kebijakan umum, dan berperanserta dalam kegiatan antar siswa, antar sekolah, dan antar anggota masyarakat.
Langkah-langkah pembelajaran berbasis portofolio meliputi :
1. Mengidentifikasi masalah yang terkait dengan materi pelajaran, dengan melalui kegiatan :
  • Kelompok kecil. Kelompok kecil dalam kelas dapat berdiskusi untuk mencari satu masalah yang selanjutnya disampaikan ke kelas.
  • Pekerjaan rumah. Misal guru memberi tugas mencari masalah yang ada di sekitar siswa dengan cara melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat, melakukan pengamatan di lingkungan atau mencari masalah yang dari media atau dari sumber informasi lain.
2. Memilih masalah, dengan melakukan kegiatan :
  • Membuat daftar masalah. Masalah yang berhasil dihimpun siswa baik dari kelompok maupun tugas dibuat dalam daftar masalah di papan tulis.
  • Melakukan kesepakatan atau pemungutan suara. Para siswa memilih satu dari sejumlah daftar masalah yang ada dengan cara kesepakatan (mufakat) atau dengan pemungutan suara. Masalah yang terpilih akan menjadi bahan bagi pembelajaran portofolio.
Dalam pemilihan masalah ini, guru dapat memberi sumbangan pemikiran bahwa masalah yang baik adalah masalah tersebut berkenaan langsung dengan kehidupan keseharian siswa, merupakan masalah yang ada di daerah siswa, aktual, dan perlu segera ditanggulangi.

3. Mengumpulkan informasi terkait dengan masalah.
Pengumpulan informasi dilakukan agar siswa mendapatkan informasi yang lebih banyak lagi mengenai masalah tersebut . Kegiatan pada langkah ini dapat berupa :
  • Kegiatan kelas untuk mengidentifikasi sumber-sumber informasi, misalnya : perpustakaan, lembaga, seperti kantor, kepolisian, rumah sakit dan lain-lain yang memiliki kaitan dengan masalah yang telah dipilih
  • Pekerjaan rumah : melakukan pengumpulan informasi, secara kelompok, dapat dilakukan dengan kunjungan atau lewat telepon ke sumber informasi
4. Mengembangkan Portofolio Kelas
a. Ada dua macam, yaitu portofolio yang ditayangkan (Portofolio Penayangan) dan yang disimpan sebagai arsip (Portofolio Dokumentasi)
  • Portofolio Penayangan berupa papan poster atau papan busa yang nantinya untuk tempat penempelan karya siswa. Karya siswa yang berupa hasil wawancara, hasil kliping, foto, peta, grafik, gambar, pernyataan tertulis, selebaran dan sebagainya yang terkait dengan masalah sesuai dengan kelompok portofolio dipajang di papan tersebut. Portofolio penayangan ini berjumlah empat buah sesuai dengan kelompok protofolio.
  • Portofolio Dokumentasi. Isinya sama dengan bagian atau seksi penayangan hanya lebih lengkap dan tersusun dalam sebuah map.
Untuk seksi penayangan isinya hal hal yang penting atau garis besar yang nantinya dipakai sebagai bahan presentasi untuk penyajian kelas (Show Case). Protofolio Dokumentasi lebih bersifat sebagai dokumen dan bukti karya yang telajh dilakukan siswa. Pada protofolio dokumentasi ini juga berisi 4 bagian sesuai dengan kelompok protofolio.
b. Membagi kelompok portofolio menjadi empat kelompok, dengan mengadakan pembagian tugas :
  • kelompok portofolio satu dengan tugas menjelaskan masalah
  • kelompok portofolio dua bertugas untuk mengkaji beberapa alternative kebijakan yang diusulkan sebagai pemecahan masalah;
  • kelompok portofolio tiga bertugas untuk mengusulkan kebijakan pemecahan masalah
  • kelompok portofolio empat bertugas untuk menyusun rencana tindakan.
c. Setiap kelompok protofolio mulai melakukan kegiatan sesuai dengan tugasnya masing-masing. 
Hasil karya tiap kelompok diwujudkan dalam dua bentuk yaitu portofolio penayangan dan portofolio dokumentasi.
5. Penyajian portofolio (Show-Case)
Dengan diselesaikannya tugas-tugas persiapan oleh semua kelompok, selanjutnya dilakukan show-case (gelar kasus). Penyajian portofolio digelar di hadapan dewan tiga orang juri yang mewakili kelompok orang tua, masyarakat, dan sekolah. Penyajian portofolio perlu dibantu oleh
moderator sebagai pengendali jalannya penyajian. Setiap selesai penyajian oleh kelompok, dilakukan tanya-jawab dengan para anggota dewan juri. Dengan demikian setiap kelompok mempunyai wakil sebagai juru bicara untuk penyajian kelompok, dan untuk menjawab pertanyaan dewan juri. Penyajian kelompok dilakukan dengan menayangkan portofolio
tayangan yang sudah dipersiapkan, sesuai dengan tugas masing-masing kelompok.
6. Melakukan refleksi pengalaman belajar
Setelah kelas selesai menyajikan portofolio dengan kegiatan show-case maka dilakukan refleksi pengalaman belajar. Merefleksi berarti bercermin, maknanya adalah bercermin dari pengalaman belajar portofolio baik yang dilakukan secara individu, kelompok maupun secara klasikal. Dalam refleksi siswa diajak untuk mengevaluasi tentang apa dan bagaimana mereka telah belajar, serta apa yang akan dilakukan sendainya melakukan portofolio di kemudian hari. Refleksi pengalaman belajar berguna untuk menghindari kesalahan di masa mendatang serta untuk meningkatkan kinerja belajar siswa.
KEPUSTAKAAN:
  1. Depdiknas. 2006. Model – Model Pembelajaran yang Efektif. Bahan Sosialisasi KTSP. Jakarta. Depdiknas
  2. Depdiknas. 2007. Pedoman Pengembangan Silabus dan Model Pembelajaran. Buku IV. Jakarta: Dikmenum Depdiknas
  3. Kurikulum 2004. Mata Pelajaran Kewarganegaraan Permendiknas No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Lampiran Standar Isi
  4. Pendidikan Kewarganegaraan Suwarma Al Muchtar, dkk. 2007. Strategi Pembelajaran PKn. Jakarta : UT

Minggu, 29 Juli 2012

PENGERTIAN MORAL DALAM PKn

Pengertian moral, menurut Suseno (1998) adalah ukuran baik-buruknya seseorang, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat, dan warga negara. Sedangkan pendidikan moral adalah pendidikan untuk menjadikan anak manusia bermoral baik dan manusiawi. Sedangkan menurut Ouska dan Whellan (1997), moral adalah prinsip baik-buruk yang ada dan melekat dalam diri individu/seseorang. Walaupun moral itu berada di dalam diri individu, tetapi moral berada dalam suatu sistem yang berwujud aturan. Moral dan moralitas memiliki sedikit perbedaan, karena moral adalah prinsip baik-buruk sedangkan moralitas merupakan kualitas pertimbangan baik-buruk. Dengan demikian, hakekat dan makna moralitas bisa dilihat dari cara individu yang memiliki moral dalam mematuhi maupun menjalankan aturan.
Setelah memahami pengertian dan makna moral di atas, coba Anda jelaskan perbedaan antara moral dengan moralitas? Sebagai contoh, Anda tentu dapat memberikan contoh perilaku moral yang baik dan kurang baik. Bagaimana cara Anda membelajarkan moral baik dan tidak baik pada siswa? Sebaiknya diawali dengan menceritakan kejadian atau kasus anak bermoral baik atau kurang baik. Cerita Malin Kundang merupakan contoh cerita rakyat yang menggambarkan anak bermoral tidak baik. Buatlah cerita tersebut semenarik mungkin sehingga anak dapat memaknai akibat moral Malin terhadap ibunya. Anak akan belajar bahwa karena sikap moral yang tidak baik, Malin mendapat kutukan dari Tuhan dan sanksi moral dari masyarakat (dicemooh, tidak mendapat teman). Setelah mendengarkan cerita, coba lanjutkan pembelajaran dengan metode sosiodrama/bermain peran, yang memungkinkan anak memainkan peran-peran dalam cerita Malin Kundang.
Ada beberapa pakar yang mengembangkan pembelajaran nilai moral, dengan tujuan membentuk watak atau karakterstik anak. Pakar-pakar tersebut di antaranya adalah Newman, Simon, Howe, dan Lickona. Dari beberapa pakar tersebut, pendapat Lickona yang lebih cocok diterapkan untuk membentuk watak/karakter anak.
Pandangan Lickona (1992) tersebut dikenal dengan educating for character atau pendidikan karakter/watak untuk membangun karakter atau watak anak. Dalam hal ini, Lickona mengacu pada pemikiran filosof Michael Novak yang berpendapat bahwa watak atau karakter seseorang dibentuk melalui tiga aspek yaitu, moral knowing, moral feeling, dan moral behavior, yang satu sama lain saling berhubungan dan terkait.
Lickona menggarisbawahi pemikiran Novak. Ia berpendapat bahwa pembentukan karakter atau watak anak dapat dilakukan melalui tiga kerangka pikir, yaitu konsep moral (moral knowing), sikap moral (moral feeling), dan perilaku moral (moral behavior). Dengan demikian, hasil pembentukan sikap karakter anak pun dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral.

Sebaiknya Anda lihat bagan Lickona di bawah ini:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes
Tetukoinposting.com: Toko Buku paling terpercaya silakan belanja di http://www.belbuk.com/?ref=1965.