Toko Buku Online

SELAMAT DATANG!!!
Hadir dengan informasi pendidikan, kewarganegaraan, seputar guru, pembelajaran, artikel dan penelitian (PTK). Bagi siswaku, web ini merupakan papan tulis online, bagi rekan guru: take and give. Selamat Belajar!!!
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2013

TEKNOLOGI INFORMASI DAN PERADABAN

Regenerasi sebuah bangsa bernilai peradaban. Peradaban bangsa bernilai cultur yang cakupannya lokal kebangsaan, artinya wajah bangsa ini sesungguhnya tak lepas dari nilai-nilai sosio-budaya, adat-istiadat dan kondisi global bangsa lainnya. Jika terjadi proses regenerasi, maka seharusnya esensi cultur harus tetap nampak dan dikenali.

Pengaruh besar diberikan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan sebagai wadah, sedangkan teknologi merupakan sarana memahami ilmu pengetahuan. Bila demikian, maka teknologi dominan dalam memberi pengaruh pada generasi bangsa. Didukung oleh perkembangan gengsi-teknologi, rasanya dunia ini sepi tanpa teknologi. IT (Teknologi Informasi) memberikan sumbangan terbesar dalam hal ini.

Perkembangan IT dari sisi soft maupun hard sungguh luar biasa. Dua keluarga multimedia itu seolah saling melengkapi dan bersahabat, saling adaptasi melengkapi satu dengan lainnya. Dari perkembangan soft teknologi saja tercatat tidak kurang dari 10 operating system memberi kontribusi akselerasi transformasi. Soft teknologi tersebut melengkapi keberadaan hard teknologi yang berkembang.

Lokalisasi peminat sungguh terarah dan terlengkapi, mulai dari yang sekedar punya hobi, sampai kalangan profesi. Dari usian manula sampai yang muda, semua turut serta dalam lingkaran IT. Dari sekian soft-teknologi yang mendunia saat ini adalah fungsi publikasi dari teknologi tersebut. Segmen ini ditanggapi serius. Para pakar berlomba memenuhinya dengan gratis. Mulai dari YM, Skype, Facebook, Twetter dan lainnya. Kehadirannya diadaptasi oleh perkembangan hard-soft, mulai windows, android, dan lainnya.

Dari sekian soft-teknologi yang paling populer adalah facebook dan tweeter. Facebook sangat dominan memberikan pengaruh. Karena berupa jejaring sosial. Dan adaftif bagi semua kalangan usia dan profesi. Jejaring sosial memberikan pengaruh luar biasa pada warna generasi bangsa di semua belahan dunia. Pranata sosial ikut terbawa dalam setiap arus jejaring ini. Multi kulture hampir sepenuhnya masuk dalam kancah maya. Dibaca, ditanggapi dan memberikan kontribusi pengaruh mentalitas trans-internasional.

Teknologi dan peradaban seolah seiring berjalan, peradaban manusia ditopang dengan keberadaan teknologi, padahal keduanya saling terpisah. Peradaban syarat dengan nilai (value) sosial dan humanisme, sementara teknologi bebas dari nilai.. Teknologi hanyalah sebuah alat sebagai media. Karena itu ada beberapa sikap yang mesti kita lakukan, adapun sikap yang perlu ditampilkan oleh manusia ketika menghadapi teknologi, yaitu:
  • Menerima secara totalitas (tanpa filterisasi)
  • Menerima dengan filterisasi
  • Menolak mentah-mentah
Dari ketiga sikap diatas, ada dua kutub ekstrim sikap penerimaan, yang satu menerima secara membabi  buta (totalitas),  dan yang satu lagi menolak mentah-mentah.
Sikap yang baik adalah dengan memilah-milah terlebih dahulu, manakah yang sesuai dengan nilai-nilai humanisme yang kita yakini dan mana yang tidak. Menghadapi seperti ini manusia harus memegang pedoman norma, paling utama norma agama. Maka apabila seorang ilmuan, engineer, mahasiswa, dan sebagainya, berpegang teguh dengan norma agama, maka teknologi yang dihasilkan niscaya berguna untuk semesta alam, rahmatan lil 'alamin. Di sekolah, guru PPKn berperan memahamkan hal seperti ini. (Tetuko JP)



Senin, 18 Juni 2012

GURU HARUS "MELEK" IT

 
Disampaikan oleh Kemendiknas dan diperkuat oleh Menkoninfo, era akselerasi infomrasi dan komunikasi menghendaki totalitas quality. Tentu kalimat tersebut beralasan kuat, sehingga harus disampaikan oleh pembesar negeri kita. Indonesia yang kaya sumber alam akan semakin optimal jika sumberdaya manusianya berilmu pengetahuan dan berteknologi. Sumberdaya manusia yang berteknologi akan mampu mendongkrak kemajuan Indonesia, sejajar dengan negara berkembang lainnya. Negara kita saat ini Indeks Prestasi Pembangunan berada di margin bawah, artinya Indonesia kembali terpuruk pada indeks negara sedang berkembang, bukan negara berkembang.
Sejalan dengan maksud di atas, agen generator pencetak sumber daya adalah sekolah. Maka institusi ini harus mampu menyiapkan output yang akuntabel, konsekwensinya adalah totalitas Standar Nasional Pendidikan (SNP) harus dipenuhi. Jalan menuju pemenuhan tersebut selain sekolah harus intensif memanage sumberdayanya juga harus menyiapkan sarana-prasarana yang dibutuhkan, terutama sarpras yang berkaitan dengan pemenuhan SNP tersebut. 
SMP Negeri 1 Grujugan, sudah memenuhi secara kualifikasi, tetapi minim di pelaksanaan. Suport pemerintah sudah diberikan, tinggal mengolah personalnya. Bila menyangkut personal banyak kendala ditemui, dari sekian kendala yang muncul selalu faktor klasik menjadi alasan: kesejahteraan dan kemauan untuk berkembang.
Solusinya?
Continuitas dan kekuatan managemen berbasis sekolah harus dimantapkan kembali. Program pengembangan management harus diselaraskan dengan motivasi personal. Dan yang tak kalah penting adalah membangun sistim kinerja yang handal. Agar sistem terbangun dengan baik, maka dalam merumuskan program harus melibatkan semua komponen. Kepala sekolah tidak boleh terkotak oleh kemudahan pola yang terbentuk, kalau kenyataanya hanya sisi internal management yang didapatkan. Kepala sekolah harus mampu membangun keterbukaan dengan mengawali kepercayaan pada semua komponen sekolah, terutama komponen sumberdaya manusia.
Lantas, apa kaitanya dengan IT?
Kaitannya adalah melengkapi kemampuan sumberdaya dengan memperkenalkan management berteknologi yang menggunakan IT sebagai basicnya. Mengapa harus IT, karena penyelesaian masalah dan komunikasi bisa diefektifkan dengan IT. Mulai dari persiapan administrasi management, persiapan administrasi pembelajaran dan pengolahan evaluasi.
Menggunakan basic IT sebagai unggulan bukan karena trend jaman, tetapi memang secara efektif IT akan mampu membantu di setiap lini pekerjaan. Jika masalahnya minimnya kemampuan IT tingkat personal, maka harus dipecahkan dengan program yang secara reguler menggugah minat. Minat untuk mengembangkan diri dengan memenuhi sarana-prasarana TI yang memadai. Mahal? Mungkin dari sisi modal, tetapi dari sisi manfaat sangat sebanding. Bukankah sekarang sudah hampir tuntas pemberian tunjangan sertifikasi?
Itulah, mengapa Kemendiknas berteriak lantang kalau kenyataanya pendidikan semakin melorot kualitasnya. Marilah kita secara kontinu membangun motivasi berkembang, agar kita termasuk orang-orang yang menghargai prestasi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes
Tetukoinposting.com: Toko Buku paling terpercaya silakan belanja di http://www.belbuk.com/?ref=1965.